Sabtu, 01 Oktober 2011

materi mikro ekonomi

1. DEd 
1. DEFENISI
►Pengertian Ilmu Ekonomi
Ilmu Ekonomi Adalah Ilmu yang mempelajari perilaku individu dan masyarakat dalam menentukan pilihan untuk menggunakan sumberdaya2 yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas untuk memperoleh hasil yang efisien dalam upaya meningkatkan kualitas hidupnya.
Ilmu Ekonomi Memiliki Dua cabang ilmu yakni:
- Teori Ekonomi Mikro
   Adalah ilmu ekonomi yang mempelajari proses alokasi sumberdaya oleh unit keputusan individu atau pasar dan efesiensi pengalokasian sumbedayatersebut
- Teori Ekonomi Makro
   Adalah ilmu ekonomi yang mempelajari ekonomi secara luas tentangupaya peningkatan kesejahteraan kolektif baik pada taraf regional maupun nasional suata negara melalui berbagai pilihan kebijakan.
2. PERMINTAAN DAN PENAWARAN                                                                           
Permintaan
Permintaan suatu barang berkaitan dengan jumlah permintaan keatas suatu barang pada tingkat harga tertentu.Konsumen dapat menentukan jumlah barnag yang di konsumsi tergantung pada harga barang tersebut.Pada Umumnya semakin tinggi harga suatu barang, maka semakin sedikit jumlah permintaan keatas suatu barang tersebut.Sebaliknya, semakin rengah harga suatu barang, maka semakin banyak jumlah permintaan  keatas barang tersebut.
Dengan Demikian, hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan hubungan antara harga dengan jumlah permintaan keatas sutau barang ( Cateris Paribus ).
Penawaran
Penawaran merupakan kebalikan dari permintaan, dimana produsen menginginkan bahwa pada harga tinggi jumlah penawaran keatas suatu barang bertambah, dan sebaliknya pada harga rendahjumlah penawaran keatas suatu  barang berkurang.
Dengan demikian , hukum penawaran adalah hukum yang menggambarkan hubungan antara harga dengan jumlah penawaran keatas suatu barang.
3. ELASTISITAS
Elastisitas
Adalah derajat kepekaan kuantitas yang diminta (atau ditawarkan) terhadap salah satu factor yang mempengaruhi fungsi permintaan (atau penawaran).
Elastisitas Harga Permintaan
Adalah presentase perubahan kuantitas yang diminta disebabkan oleh perubahan harga barang tersebut sebesar 1 (satu) persen.
Faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas harga
  •  Semakin dekat hubungan antara suatu barang dengan barang2 penggantinya, semakin elastis  permintaannya.
  •  Semakin vital suatu barang bagi kelangsungan hidup, semakin rendah elastisitasnya.
  • semakin besar presentase pendapatan yang dibelanjakan untuk suatu barang permintaannya semakin elastis.
  • semakin lama waktu untuk melakukan “Pertimbangan”, semakin tinggi elastisitas suatu barang.
Elastisitas dan slope kurva permintaan
-                      Semakin curam slopenya, semakin rendah elastisitasnya
-                      Semakin ke kanan kurva permintaan semakin kecil elastisitasnya
-                      Elastisitas Bervariasi sepanjang kurva permintaan yang linier
Elastisitas Harga dan Penerimaan Marjinal
Elastisitas Silang
    Adalah Presentase perubahan kuantitas barang X yang diminta dan disebabkan oleh perubahan harga barang Y (yang mempunyai hubungan) sebesar 1 %.
4.PERILAKU KONSUMEN
Pengertian-pengertian dan Asumsi-asumsi Utama
a.       Barang, Adalah benda dan jasa yang di konsumsi untuk memperoleh manfaat atau kegunaan.
b.      Utilitas, Adalah manfaat yang diperoleh karena mengonsumsi.
c.       Hukum pertambahan manfaat yang makin menurun.Pada awalnya penambahan konsumsi suatu barang akan memberi tambahan utility yang besar, tetapi makin lama pertambahan itu bukan saja makin menurun, bahkan menjadi negative.Gejala itu disebut sebagai Hukum pertambahan manfaat yang makin menurun.
d.      Konsistensi preferensi, Konsep preferensi berkaitan dengan kemampuan konsumen menyusun prioritas pilihan agar dapat mengambil keputusan.
e.       Pengetahuan sempurna, Konsumen diasumsikan memiliki informasi atau pngetahuan yang sempurna berkaitan dengan keputusan konsumsinya.
5.                  BIAYA PRODUKSI
Pengertian Biaya dalam ilmu ekonomi adalah biaya kesempatan.Konsep ini tetap dipakai dalam analisis teori biaya produksi.Berkaitan dengan konsep tersebut, kita mengenal biaya eksplisit dan biaya implicit.
-          Biaya Eksplisit adalah biaya-biaya yang secara eksplisit terlihat,terutama melalui laporan keuangan.
-          Biaya Emplisit adalah biaya kesempatan.Seperti :
1.      Biaya Tenaga Kerja
2.      Biaya Barang Modal
3.      Biaya Kewirausahawan.

Rabu, 28 September 2011

Teori Produksi

Teori  Produksi
dan Kegiatan Perusahaan


Bentuk Organisasi Perusahaan


·       Perusahaan Perseorangan
-     Modal, hasil produksi dan penjualannya tidak terlalu besar
-         Milik Pribadi

·       Firma
-         Dimiliki beberapa orang
-         Modal cukup besar
-         Tanggung Jawab bersama  dalam menjalankan perusahaan

·       Perseroan Terbatas
-         Modal besar
-         Pemegang saham merupakan pemilik perusahaan

·       Perusahaan Negara
-         Pada umumnya berbentuk PT
-         Pemilik saham : Pemerintah
-         Pengurus perusahaan diangkat dan diberhentikan oleh Pemerintah

·       Koperasi
-         Didirikan bukan untuk mencari keuntungan tapi untuk kesejahteraan anggota
-         Terdiri dari: koperasi konsumsi, koperasi produksi dan koperasi kredit

Tujuan Perusahaan ® memaksimumkan laba/keuntungan
Cara memaksimumkan keuntungan:
-         hasil total penjualan lebih banyak dari pada total ongkos produksi.
-         Hasil penjualan marginal = biaya marginal

Fungsi Produksi

*     Merupakan hubungan antara faktor-faktor produksi (tenaga kerja, tanah, modal dan keahlian keusahawanan) dan tingkat produksi yang diciptakan.

       Q =  f (K, L, R, T)

Q : jumlah produksi yang dihasilkan oleh berbagai jenis faktor produksi.
K : jumlah modal
L : jumlah tenaga kerja
R : kekayaan alam

T : teknologi yang digunakan


Faktor produksi : input

Jumlah produksi : output


Teori Produksi dengan Satu Faktor berubah



Teori produksi sederhana yang menggambarkan tentang hubungan antara tingkat produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan tingkat produksi barang. (Faktor produksi lain : tetap)


Hukum Hasil Lebih yang Semakin Berkurang
(The Law of Diminshing Return)
*       menyatakan bahwa: apabila faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya (tenaga kerja) terus menerus ditambah sebanyak satu unit, pada mulanya produksi total akan semakin banyak pertambahannya, tetapi sesudah mencapai suatu tingkat tertentu produksi tambahan akan semakin berkurang dan akhirnya mencapai nilai negatif dan ini menyebabkan pertambahan produksi total semakin lambat dan akhirnya mencapai tingkat yang maksimum kemudian menurun.


Produksi Total, Produksi Rata-rata dan Produksi Marginal



Produksi Marginal


*     tambahan produksi yang diakibatkan oleh pertambahan satu tenaga kerja yang digunakan.

MP  : produksi marginal
DTP : pertambahan produksi total
DL   : pertambahan tenaga kerja


Produksi Rata-rata


*     produksi yang secara rata-rata dihasilkan oleh setiap pekerja.
AP : produksi rata-rata
TP : produksi total
L   : tenaga kerja

Teori Produksi dengan Dua Faktor berubah



Kurva Produksi Sama (Isoquant)

*             kurva yang menggambarkan gabungan tenaga kerja dan modal yang akan menghasilkan satu tingkat produksi tertentu.

Tabel  4.1
Gabungan Tenaga Kerja dan Modal
Untuk menghasilkan 1000 unit produksi


GABUNGAN

TENAGA KERJA

MODAL

TINGKAT PRODUKSI

A
1
6
1000
B
2
3
1000
C
3
2
1000
D
6
1
1000







Gambar 4.1: Kurva
Produksi Sama


Garis Biaya Sama (Isocost)

*             garis yang menggambarkan gabungan faktor produksi yang dapat diperoleh dengan menggunakan sejumlah biaya tertentu.

Cth. Upah tenaga kerja Rp. 2.000,-

Biaya modal per unit  Rp.4.000,-
Dana yang tersedia Rp. 16.000,-
TC1 menunjukkan gabungan tenaga kerja dan modal yang dapat diperoleh dengan menggunakan dana tersebut.
TC2,  TC3,  dan   TC4 menunjukkan garis biaya sama apabila jumlah dana yang tersedia berturut-turut Rp. 20.000,-, Rp.24.000,- dan Rp.28.000,-.















Gambar 4.2: Garis Biaya Sama


Teori  Biaya (Ongkos) Produksi


Biaya/Ongkos Produksi:

Semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor produksi dan bahan mentah yang akan digunakan untuk produksi.

Biaya Produksi Jangka Pendek jangka waktu dimana sebagian faktor produksi tidak dapat ditambah jumlahnya


Beberapa Pengertian Biaya Produksi Jangka Pendek


1.    Biaya Total (TC)
Keseluruahan biaya produksi yang dikeluarkan
TC  =    TFC  +  TVC

2.    Biaya Tetap Total (TFC)
Keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi yang tidak dapat diubah jumlahnya

3.    Biaya Variabel Total (TVC)
Keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya

4.    Biaya Tetap rata-rata
AFC  = TFC/Q

5.    Biaya Variabel rata-rata
AVC = TVC/Q

6.    Biaya Total rata-rata
AC = TC /Q

7.    Biaya Marginal
MCn  =  TCn – TCn-1  atau  DTC/ DQ








Tabel 4.2
Berbagai Pengertian Biaya Produksi Jangka Pendek



Jumlah
TK

Jumlah
Produksi

TFC
Rp

TVC
Rp

TC
Rp

AFC
Rp

AVC
Rp

AC
Rp

MC
Rp










0
0
50.000
0
50.000
-
-
-









50.000









1
1
50.000
50.000
100.000
50.000
50.000
100.000









25.000









2
3
50.000
100.000
150.000
16.666
33.333
50.000









16.666









3
6
50.000
150.000
200.000
8.333
25.000
33.333









12.500









4
10
50.000
200.000
250.000
5.000
20.000
25.000









10.000









5
15
50.000
250.000
300.000
3.333
16.667
20.000









12.500









6
19
50.000
300.000
350.000
2.632
14.789
17.421









16.667









7
22
50.000
350.000
400.000
2.273
15.908
18.181









25.000









8
24
50.000
400.000
450.000
2.083
16.667
18.750









50.000









9
25
50.000
450.000
500.000
2.000
18.000
20.000









100.000









10
25.5
50.000
500.000
550.000
1.960
19.609
21.569





Syarat Pemaksimuman Keuntungan


1.    Memproduksi barang pada tingkat dimana perbedaan antara hasil penjualan total dengan biaya total paling maksimum
TR – TC = maksimum

2.    Memproduksi barang pada tingkat dimana perbedaan antara hasil penjualan marginal = biaya marginal. 
    MR = MC.






Biaya Produksi Jangka Panjang


Dalam jangka panjang, perusahaan dapat menambah semua faktor produksi, sehingga: biaya produksi tidak perlu dibedakan menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Semua pengeluaran dianggap biaya variabel.


Cara Meminimumkan Biaya

Dalam analisis ekonomi kapasitas pabrik digambarkan oleh kurva biaya total rata-rata ( AC = Average Cost).

Pada (gambar 10.3) ditunjukkan tiga kapasitas pabrik yang dapat digunakan oleh produsen, sehingga produsen tersebut dapat memilih penggunaan alat-alat produksi yang memberikan biaya minimum.


Kurva Biaya Total Rata-rata Jangka Panjang ( Kurva LRAC)

*             Kurva yang menunjukkan biaya rata-rata minimum untuk berbagai tingkat produksi apabila perusahaan dapat selalu mengubah kapasitas produksinya.

Titik persinggungan dalam kurva-kurva AC tersebut merupakan biaya produksi yang paling optimum/minimum untuk berbagai tingkat produksi yang akan dicapai produsen dalam jangka panjang. (Gambar 10.4)